Rabu, 17 Februari 2016

Hidayah : Menjadi Calon Istri Penghuni Surga, Seberapa Siapkah?


Dari ‘Abdullah bin ‘abbas r.a : Rasulullah Saw. Bersabda, “maukah kuberitahukan kepada kalian tentang istri-istri kalian yang termasuk penghuni surga? Yaitu perempuan yang mencintai suami, mempunyai banyak anak, dan selalu meminta maaf kepada suaminya. Jika ia menyakiti atau disakiti, ia segera mendatangi suaminya dan memegang tangannya, lalu berkata, ‘Demi Allah, aku tidak akan tidur sebelum engkau ridha kepadaku’” (HR Al-Nasa’i)
Dari Hadist di atas menggambarkan beberapa hal sebagai berikut:
Pertama, yaitu perempuan yang mencintai suaminya dan selalu menjaga ikatan pernikahannya dengan baik. Dialah perempuan idaman yang perhatiannya kepada suami lebih besar daripada kepada orang lain. Apabila seorang istri mampu mencintai suaminya, menjalani kehidupan rumah tangganya dengan baik, dan menjaga keutuhan pernikahannya, ia pasti akan meraih surga yang dijanjikan.
Kedua, istri yang mencintai suami akan senantiasa memohon maaf kepadanya. Karena tanpa keridhaan suaminya ia tidak akan pernah bisa tidur.
Ketiga, istri yang mencintai suaminya selalu sugguh-sungguh dalam melayani suaminya dan menaati perintahnya. Bahkan, ia mau merendahkan diri dan merasakan berbagai macam kesusahan demi memperoleh keridhaan Allah Swt.
Keempat, istri yang mencintai suami tergerak untuk mengingatkan kelalaian suaminya terhadap kewajiban agama. Ketika suami lupa salat, zikir, dan menjalankan peran keislaman, ia akan mengingatkan dan menyadarkannya, serta mendorongnya untuk melaksanakannya.

Inilah empat sifat perempuan yang dijanjikan surga. Semoga kaum akhwat sebelum menikah telah mempersiapkan diri untuk menjadi calon istri-istri penghuni surga. Wassalam

Selasa, 16 Februari 2016

Hidayah : 6 Larangan Bercanda Dalam Islam


Suka bercanda ya? Berarti sama dengan Rasulullah SAW. Beliau adalah sosok yang humoris, tapi dalam bercanda ada aturan-aturan yang harus di perhatikan. Seringkali kita saat bercanda, malah membuat salah satu teman kita tersinggung bahkan membuatnya marah. Oleh karena itu kita perlu tahu pentingnya larangan-larangan bercanda dalam islam. Berikut 6 larangan bercanda dalam islam :
1.                    1.     Bercanda tapi berbohongan
Abu Hurairah RA menceritakan saat para sahabat berkumpul dalam majelis Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam,”Para sahabat bertanya kepada Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam,”Wahai Rasulullah, apakah engkau jua bersenda gurau bersama kami?” maka Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam menjawab,”Tentu, hanya saja aku akan berkata benar” (HR. Ahmad)
Rasulullah bersabda: “Neraka Wail bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk melucu (membuat orang tertawa); neraka Wail baginya, neraka Wail baginya.“
2.      Bercanda dengan tertawa berlebihan
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan agar tidak banyak tertawa, “Janganlah kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. Ibnu Majah).
Seperti hadits dari ‘Aisyah ra, “Aku belum pernah melihat Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan amandelnya, namun beliau hanya tersenyum.” (HR. Bukhari dan Muslim).
3.      Bercanda dengan menakut-nakuti
Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Dawud).
4.      Bercanda dengan tiga hal: menikah, talak, dan rujuk
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda : “ Tiga hal yang apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh maka berguraunya pun dinilai sebagai sesuatu yang sungguh-sungguh, yaitu ; nikah, talak, dan rujuk “ (HR Abu Dawud).
5.      Bercanda dengan mengandung celaan atau olok-olok
Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita lain, boleh jadi wanita-wanita (yang diolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah panggilan yang buruk sesudah beriman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim” (QS. Al Hujarat : 11).
6.       Bercanda dengan menjadikan bahan candaan, apa-apa yang mengandung asma Allah, ayat-ayat-Nya, sunah Rasul-Nya, apalagi melecehkan syariat Islam
"Dan jangan kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab,"sesungguh nya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." katakanlah," apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman." (At- taubah 65-66).
Andaikan bercanda mengikuti aturan-aturan di atas insyaallah tidak akan ada yang tersakiti saat bercanda. semoga bermanfaat 


Senin, 15 Februari 2016

Hidayah : Ciri Khusus Lelaki Sholeh, Suami Idaman

Hidayah : Ciri Khusus Lelaki Sholeh, Suami Idaman
Wanita mana yang tak memimpikan akan memiliki suami yang sholeh. Dia sangat menjunjung tinggi kehormatan wanitanya dan senantiasa membuat betah bila terus memandanginya. Menurut Abu Mohd Jibril Abdul Rahman Lelaki Sholeh sesuai dengan yang dimaksudkan Al Qur’an dan Al Hadits adalah :
11.      Senantiasa taat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
22.      Jihad Fisabilillah adalah matlamat dan program hidupnya.
33.      Mati syahid adalah cita-cita tertinggi.
44.      Sabar dalam menghadapi cobaan dari Allah SWT.
55.      Ikhlas dalam beramal.
66.      Akhirat menjadi tujuan hidupnya.
77.      Sangat takut kepada ujian Allah SWT dan ancamannya.
88.      Selalu memohon ampun atas segala dosa-dosanya.
99.      Zuhud dengan dunia tetapi tidak meninggalkannya.
110.  Shalat malam menjadi kebiasaannya.
111.  Tawakal penuh kepada Allah ta’ala dan tidak mengeluh kecuali kepada Allah SWT.
112.  Selalu berinfaq dalam keadaan lapang maupun sempit.
113.  Menerapkan nilai kasih sayang sesama mukmin dan ukhwah diantara mereka.
114.  Sangat kuat amar ma’aruf dan nahi munkarnya.
115.  Sangat kuat memegang amanah, janji, dan kerahasiaan.
116.  Pemaaf dan lapang dada dalam menghadapi kebodohan manusia, senantiasa saling koreksi sesama ikhwan dan tawadhu penuh kepada Allah SWT.
117.  Kasih sayang dan penuh pengertian kepada keluarga.


Semoga para akhwat terus memantaskan dirinya dan semoga kelak mendapatkan suami yang senantiasa istiqamah di jalan Allah SWT. Aamiin

Renungan : Inilah 5 Golongan Orang Rajin Shalat Tetapi Masuk Neraka


Shalat merupakan kewajiban bagi umat islam di dunia dan merupakan amalan pertama yang akan dihisab. Hal ini sesuai dalam hadits dari Tirmidzi, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya.” Shalat merupakan wujud ketaatan terhadan Allah SWT. Oleh karenanya dengan menjalankan shalat akan membawa kita kesurga. Tapi tahukah anda, tidak sedikit orang-orang yang rajin shalat justru masuk neraka. Berikut golongan orang-orang rajin shalat tetapi masuk neraka:
1.      Shalat tetapi minum minuman keras
Jika anda suka minuman keras segeralah bertaubat dan jangan pernah meminumnya kembali. Sebab sebaik-baiknya tempat kembalinya bagi minuman khamr adalah neraka.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : ”Barang siapa minum khamr, pasti Alaah memberi minum kepadanya dari air panas neraka Jahanam” [HR. Al Bazzar].
2.       Shalat tetapi melakukan kemusyrikan
syirik merupakan menyekutukan Allah dan perbuatan dosa besar. Seperti dalam hadits dari Muslim, Rasullullah bersabda: “Barang siapa mendatangi juru ramal (dukun), kemudian dia bertanya sesuatu kepadanya,maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam.”
3.      Shalat tetapi suka berdusta
Berdusta bagi sebagian orang merupakan hal lumrah yang sering dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Mereka tidak memikirkan akibat dari sebuah dusta. Berikut Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” [QS. An-Nahl ayat 105]
4.      Shalat tetapi suka bergunjing keburukan orang lain
Memang benar adanya bahwa lidah tak bertulang dan lebih tajam dari pedang. Dari lidah bisa berkata semaunya hingga dapat menyakiti saudaranya. Berikut ancaman bagi para penggunjing.
Rasulullah bertanya, “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu? Para sahabat menjawab, “Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta sama sekali.” Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang bangrut dikalangan umatku adalah orang yang datang di hari Kiamat nanti dengan membawa shalat, puasa,dan zakat. Tetapi ia pun datang dengan membawa dosa dosa mencaci anu, menuduh si anu, makan harta si anu, menumpahkan darah si anu, memukul si anu. Akibatnya, diambillah kebaikan-kebaikan yang sudah ia lakukan dan diberikan kepada mereka yang is dzolimi. Jika kebaikan sudah habis padahal belum selesai pembayaran kepada mereka maka dosa-dosa merekalah yang akan dicampakkan kepadanya lalu ia pun kemudian dilemparkan ke neraka.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra).
5.      Shalat tetapi mengabaikan anak yatim
Imam Ibnu Katsir ra berkata, “Menghardik anak yatim adalah dengan cara memaksanya, mendzalimi haknya, tidak memberi makan, tidak pula berbuat baik kepadanya.”

Orang yang mengabaikan hak-hak anak yatim, baik dengan cara mendzaliminya atau tidak mengurusinya adalah pendusta terhadap agama. Allah SWT berfirman : ” “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim.” (QS. al-Ma'un [107]: 1-2 ).

Wara’ : Pembersih Agama dan Kehormatan


Wara’ atau kehati-hatian yang luar biasa dan tidak ada keberanian untuk mendekati sesuatu yang bersifat haram , termasuk juga hal-hal yang bersifat ragu dan subhat. Berikut kisah Nabi SAW yang menarik untuk kita merenunginya.
Suatu malam, Rasulullah SAW mendapatkan di sisinya sebuah kurma, beliau lalu memakannya. Malam itu, beliau sama sekali tidak dapat tidur. Istrinya berkata: “Wahai Rasulullah, malam sudah larut,” Kata beliau: “Tadi aku mendapati kurma, dan aku memakannya. Kami menyimpan kurma-kurma untuk disedekahkan. Aku takut, kalau-kalau kurma yang kumakan tadi termasuk kurma-kurma itu.”
Dari Zaid bin Arqam ra berkata: “Abu Bakar Shiddiq ra mempunyai seorang pembantu. Suatu malam ia datang kepada Abu Bakar membawa beberapa potong makanan, dan beliau pun memakannya. Pembantunya itu berkata: “Setiap malam biasanya anda bertanya kepadaku, tentang makan yang kubawa. Mengapa malam ini anda tidak menanyakannya?” Abu Bakar berkata: “Aku sudah lapar sekali, dari mana kau bawa makanan ini?” Pembantunya menjawab: “Dulu waktu jahiliyah, aku pernah datang kesebuah kaum. Waktu itu aku beri mereka jampi-jampi. Kemudian hari ini, ketika aku kembali melewati mereka, ternyata mereka memberiku makanan itu.” Abu Bakar tersentak dan berkata: “Engkau hampir saja mencelakakanku.” Lalu beliau memasukan tangannya ke kerongkongannya, dan berupaya memuntahkan kembali makanan yang ditelannya.

Rasullullah SAW bersabda: “Setiap jasad yang tumbuh dari suatu keburukan, maka neraka lebih layak baginya.”

WANITA: Lebih Utama Shalat di Masjid atau di Rumah?


Bolehkah perempuan shalat di masjid? Lebih utama shalat di masjid atau di rumah?
Bagi muslimah pertanyaan seperti ini akan mudah untuk dijawab. Tetapi untuk yang baru berhijrah atau yang baru mengenal agama Islam mungkin masih menjadi pertanyaan yang perlu di yakinkan. Sejatinya untuk kaum perempuan diperbolehkan untuk melaksanakan shalat di masjid, ini sesuai sabda Rasulullah SAW, “Janganlah kamu melarang hamba-hamba Allah (perempuan) untuk shalat di masjid-Nya.” (HR Al-Bukhari). Namun tentang kebolehan ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh mereka sebagaimana ditetapkan para ulama dengan merujuk beberapa hadits. Salah satunya dari Zainab r.a. berkata, Rasulullah SAW. Bersabda, “Apabila kalian (kaum perempuan) hendak pergi ke masjid, janganlah memakai wewangian.” (HR Muslim). Imam Al-Nawawi dalam Syarh Al-Nawawi, juz 4, h. 161, menyebutkan beberapa di antara syaratnya:
a.       Tidak memakai wewangian, perhiasan, dan pakaian untuk pamer.
b.      Tidak membaur dengan kaum laki-laki sehingga bisa menimbulkan fitnah.
c.       Tidak ada sesuatu yang dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan dan sebagainya di perjalanan.
Demikian sedikit penjelasan tentang permasalahan yang sering dipertanyakan. Semoga bermanfaat dan kami ucapkan terima kasih


Penulis: khoeri zuhri