Senin, 15 Februari 2016

Wara’ : Pembersih Agama dan Kehormatan


Wara’ atau kehati-hatian yang luar biasa dan tidak ada keberanian untuk mendekati sesuatu yang bersifat haram , termasuk juga hal-hal yang bersifat ragu dan subhat. Berikut kisah Nabi SAW yang menarik untuk kita merenunginya.
Suatu malam, Rasulullah SAW mendapatkan di sisinya sebuah kurma, beliau lalu memakannya. Malam itu, beliau sama sekali tidak dapat tidur. Istrinya berkata: “Wahai Rasulullah, malam sudah larut,” Kata beliau: “Tadi aku mendapati kurma, dan aku memakannya. Kami menyimpan kurma-kurma untuk disedekahkan. Aku takut, kalau-kalau kurma yang kumakan tadi termasuk kurma-kurma itu.”
Dari Zaid bin Arqam ra berkata: “Abu Bakar Shiddiq ra mempunyai seorang pembantu. Suatu malam ia datang kepada Abu Bakar membawa beberapa potong makanan, dan beliau pun memakannya. Pembantunya itu berkata: “Setiap malam biasanya anda bertanya kepadaku, tentang makan yang kubawa. Mengapa malam ini anda tidak menanyakannya?” Abu Bakar berkata: “Aku sudah lapar sekali, dari mana kau bawa makanan ini?” Pembantunya menjawab: “Dulu waktu jahiliyah, aku pernah datang kesebuah kaum. Waktu itu aku beri mereka jampi-jampi. Kemudian hari ini, ketika aku kembali melewati mereka, ternyata mereka memberiku makanan itu.” Abu Bakar tersentak dan berkata: “Engkau hampir saja mencelakakanku.” Lalu beliau memasukan tangannya ke kerongkongannya, dan berupaya memuntahkan kembali makanan yang ditelannya.

Rasullullah SAW bersabda: “Setiap jasad yang tumbuh dari suatu keburukan, maka neraka lebih layak baginya.”

0 komentar:

Posting Komentar