Suka bercanda ya? Berarti sama dengan Rasulullah
SAW. Beliau adalah sosok yang humoris, tapi dalam bercanda ada aturan-aturan
yang harus di perhatikan. Seringkali kita saat bercanda, malah membuat salah
satu teman kita tersinggung bahkan membuatnya marah. Oleh karena itu kita perlu
tahu pentingnya larangan-larangan bercanda dalam islam. Berikut 6 larangan
bercanda dalam islam :
1. 1. Bercanda
tapi berbohongan
Abu Hurairah RA menceritakan saat para sahabat berkumpul
dalam majelis Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam,”Para sahabat bertanya
kepada Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam,”Wahai Rasulullah, apakah engkau
jua bersenda gurau bersama kami?” maka Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam
menjawab,”Tentu, hanya saja aku akan berkata benar” (HR. Ahmad)
Rasulullah bersabda: “Neraka Wail bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk
melucu (membuat orang tertawa); neraka Wail baginya, neraka Wail baginya.“
2.
Bercanda
dengan tertawa berlebihan
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan
agar tidak banyak tertawa, “Janganlah
kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. Ibnu Majah).
Seperti hadits dari
‘Aisyah ra, “Aku belum pernah melihat Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan amandelnya, namun beliau hanya
tersenyum.” (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Bercanda dengan menakut-nakuti
Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda:
“Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR.
Abu Dawud).
4. Bercanda dengan tiga hal: menikah, talak,
dan rujuk
Dari Abu Hurairah ra,
Rasulullah saw bersabda : “ Tiga hal yang apabila dilakukan dengan
sungguh-sungguh maka berguraunya pun dinilai sebagai sesuatu yang
sungguh-sungguh, yaitu ; nikah, talak, dan rujuk “ (HR Abu Dawud).
5. Bercanda
dengan mengandung celaan atau olok-olok
Hai orang-orang yang
beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka
(yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula
wanita-wanita (mengolok-olok) wanita lain, boleh jadi wanita-wanita (yang
diolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu
memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah
panggilan yang buruk sesudah beriman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka
mereka itulah orang-orang yang zalim” (QS.
Al Hujarat : 11).
6. Bercanda dengan menjadikan
bahan candaan, apa-apa yang mengandung asma Allah, ayat-ayat-Nya, sunah
Rasul-Nya, apalagi melecehkan syariat Islam
"Dan
jangan kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah
mereka menjawab,"sesungguh nya kami hanyalah bersenda gurau dan
bermain-main saja." katakanlah," apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya
dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" tidak usah kamu minta maaf,
karena kamu kafir sesudah beriman." (At- taubah 65-66).
Andaikan bercanda mengikuti
aturan-aturan di atas insyaallah tidak akan ada yang tersakiti saat bercanda. semoga bermanfaat

0 komentar:
Posting Komentar