Shalat merupakan kewajiban bagi umat islam di dunia
dan merupakan amalan pertama yang akan dihisab. Hal
ini sesuai dalam hadits dari Tirmidzi, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya pertama kali yang dihisab
(ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di
hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia
dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya.” Shalat
merupakan wujud ketaatan terhadan Allah SWT. Oleh karenanya dengan menjalankan
shalat akan membawa kita kesurga. Tapi tahukah anda, tidak sedikit orang-orang
yang rajin shalat justru masuk neraka. Berikut golongan orang-orang rajin
shalat tetapi masuk neraka:
1.
Shalat
tetapi minum minuman keras
Jika anda suka minuman keras
segeralah bertaubat dan jangan pernah meminumnya kembali. Sebab sebaik-baiknya
tempat kembalinya bagi minuman khamr adalah neraka.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : ”Barang siapa minum khamr, pasti Alaah
memberi minum kepadanya dari air panas neraka Jahanam” [HR. Al Bazzar].
2.
Shalat tetapi melakukan kemusyrikan
syirik merupakan menyekutukan Allah
dan perbuatan dosa besar. Seperti dalam hadits dari Muslim, Rasullullah
bersabda: “Barang siapa mendatangi juru
ramal (dukun), kemudian dia bertanya sesuatu kepadanya,maka shalatnya tidak
akan diterima selama empat puluh malam.”
3.
Shalat
tetapi suka berdusta
Berdusta bagi sebagian orang
merupakan hal lumrah yang sering dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Mereka
tidak memikirkan akibat dari sebuah dusta. Berikut Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya
yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada
ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” [QS. An-Nahl ayat
105]
4.
Shalat
tetapi suka bergunjing keburukan orang lain
Memang benar adanya bahwa lidah tak
bertulang dan lebih tajam dari pedang. Dari lidah bisa berkata semaunya hingga
dapat menyakiti saudaranya. Berikut ancaman bagi para penggunjing.
Rasulullah bertanya, “Tahukah
kalian siapakah orang yang bangkrut itu? Para sahabat menjawab, “Orang bangkrut
menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta sama
sekali.” Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Orang
yang bangrut dikalangan umatku adalah orang yang datang di hari Kiamat nanti
dengan membawa shalat, puasa,dan zakat. Tetapi ia pun datang dengan membawa
dosa dosa mencaci anu, menuduh si anu, makan harta si anu, menumpahkan darah si
anu, memukul si anu. Akibatnya, diambillah kebaikan-kebaikan yang sudah ia
lakukan dan diberikan kepada mereka yang is dzolimi. Jika kebaikan sudah habis
padahal belum selesai pembayaran kepada mereka maka dosa-dosa merekalah yang
akan dicampakkan kepadanya lalu ia pun kemudian dilemparkan ke neraka.”
(HR. Muslim dari Abu Hurairah ra).
5.
Shalat
tetapi mengabaikan anak yatim
Imam Ibnu Katsir
ra berkata, “Menghardik anak yatim adalah dengan cara memaksanya, mendzalimi
haknya, tidak memberi makan, tidak pula berbuat baik kepadanya.”
Orang yang
mengabaikan hak-hak anak yatim, baik dengan cara mendzaliminya atau tidak
mengurusinya adalah pendusta terhadap agama. Allah SWT berfirman : ” “Tahukah
kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim.”
(QS. al-Ma'un [107]: 1-2 ).


0 komentar:
Posting Komentar